Andai Aku Menjadi

Andai aku bisa menjadi seorang bintang iklan, seru kan apalagi iklan makanan. Bisa sekalian nyalurin hobi makan dan ngemil. Iklan eskrim, coklat, fast food, mie instan juga boleh atau yang lainnya yang lebih enak lah.

Andai aku seorang penyiar radio, aku bisa dengerin lagu kesukaan dan yang lebih penting dari itu, aku bisa tau lagu-lagu terbaru. Aku juga bisa koleksi semua lagu yang aku suka dan aku jadi tau lagu-lagu lama yang enak didengar. Soalnya selama ini kalau lagu barat yang udah lama walaupun aku suka lagunya aku gak tau siapa penyanyi dan judulnya, jadi susah untuk dapetin.

Andai aja aku seorang pengusaha, aku bakal membuka lapangan kerja bagi pengangguran, terutama untuk para sepupu-sepupuku. Untuk mereka aku bakal memberi pekerjaan sesuai kemapuannya donk pastinya.

Andai aku pembawa berita. Asyikkan bisa mejeng di TV apalagi dengan penampilan dan gaya yang smart gitu. Mudah2an bisa ketemu Putra Nababan.

Andai aku wartawan atau reporter, kemungkinan besar bisa sering keluar kota atau bahkan keluar negeri gratis.

Andai saja aku ini seorang dosen, aku gak bakal killer dan sok sibuk deh. Aku bakal ada untuk mahasiswa yang membutuhkan aku dan aku juga bakal bersikap ramah, bukannya malah bersikap jadi orang paling tau dan pintar seantero Aceh. Aku juga gak bakal menyulitkan mahasiswa dengan tugas gak penting.

Andai aku jadi make up artis. Aku pasti pinter make up dan bermain dengan semua perkakas make up dengan ahli.

Andai aku menjadi tukang jual bakso. Aku pasti bakal bosen ama bakso.

Andai aku seorang genius. Gak bakal mungkin deh….

Andai aku menjadi gitaris. Pengen banget bisa main gitar, asal bisa aja udah cukup kok gak perlu jadi gitaris segala.

Andai aku menjadi cowok. Gak mau ah, ntar dibilang ikut-ikutan Beyonce. Lagian aku bersyukur terlahir sebagai perempuan.

Andai aku menjadi seorang perancang busana. aku bakal hebat donk, terus ntar banyak artis yang minta bajunya dirancang ma aku.

Andai aku menjadi sutradara. Aku gak bakal buat sinetron cengeng yang selalu ada unsur anak yang hilang dari orang tua kandungnya dan merampas harta orang lain.

Andai aku menjadi pemakai narkoba. Orang tua aku pasti bakal kecewa terus aku bakal mendekam di penjara. Hancurlah semua impianku yang indah.

Andai aku bisa jadi anak yang soleh, rajin, nurut, dan pintar. Orang tua aku pasti seneng.

Andai aku menjadi dokter bedah, pasti aku bakal tinggalin gunting di perut pasienku. Aku orangnya terburu-biru sih.

Andai aku jadi hakim. Gelar aku pasti SH donk. Tapi bisa gak ya, jadi hakim yang bebas dari uang suap.

Andai aku jadi psikolog. Itulah yang selalu April katakan padaku.

Andai aku jadi penulis. This is my deepest dream.

Andai aku menjadi polisi. Aku gak akan menyulitkan masyrakat dan gak akan korupsi.

Andai aku jadi pegawai adm, aku gak bakal minta “uang kopi” atau “uang rokok”-karena aku gak suka kopi n rokok-, hehehe J, gak dink.. aku gak bakal minta uang apapun karena itu juga termasuk jenis korupsi.

Andai saja aku ini seorang pembunuh. Aku gak bakal segan-segan untuk membunuh…

Aku gak bakal bilang mau bunuh siapa, ntar kalian tau and bakal laporin aku ke polisi.

Andai saja aku seorang perempuan baik hati. Pasti aku bisa jadi sosok yang menyenangkan.

Berkali-kali aku harus menunggu

Semua orang juga udah pasti tau kalau menunggu itu adalah pekerjaan paling membosankan bin nyebelin. Semua juga udah ngerasa. Untuk aku sendiri yang anaknya mudah bosenan dan gak sabaran, sangat amat tersiksa bila harus nunggu. Ngerasa buang2 waktu aja. Banyak cerita tentang menunggu yang udah aku alami termasuk soal perasaan. Tapi aku bukannya mau bercuap-cuap tentang perasaan aku loh. Aku bakal bercerita bagaimana aku harus menunggu orang lain yang sedang bertelepon ria. Entah kenapa akhir-akhir ini aku sering aja harus nunggu orang nelepon untuk bisa menuntaskan segala keperluan dengan dia.

Pertama, saat aku mau membayar uang potokopi KTP di Mitra Potocopy. Aku tahu aku harus membayar Rp.1000, dan aku memang telah menyiapkan uangnya. Saat aku kekasir dan berniat membayar, eh kasirnya malah sedang bertelepon ria, aku diberi kode untuk menunggu sebentar. Sebentar, dua bentar bahkan ampe tiga bentar aku tunggu. Tapi ini udah kelewat bentar jadi aku langsung pasang aksi gak sabaran. Tapi tuh bapak penjaga kasir masih aja sibuk teleponan. Aku berniat kabur terus dengan hanya meninggalkan uang Rp.1000 itu, tapi lalu aku mikir kalau uangnya kurang gimana, ntar malah aku diteriakin atau kalaupun enggak diteriakin aku pasti dosa donk udah kurang bayar. Lalu dengan aku yang memang gak punya bakat sabar langsung aja nanya berapa dengan suara yang lumayan gak kalem, akhirnya bapak kasir nyerah, dia berhenti sebentar melakukan percakapan yang kayaknya sih masalah tanah dan meladeniku barulah setelah itu aku pergi dengan dongkol. Memang seribu ternyata biaya potocopy KTP itu. Terbukti pria gak bisa melakukan dua pekerjaan sekaligus.

Kedua, baru aja kejadiannya. Aku baru pulang kuliah dan kudapati Ayahku sedang teleponan di teras. Begitu aku akan masuk kerumah aku langsung dikasih kode untuk menunggu Ayah selesai berbicara di telepon karena beliau ada perlu denganku. Ok aku menunggu sembari membuka sepatu dan menyimpannya dengan rapi. Lalu aku langsung mikir, dari percakapannya kayaknya nieh pembicaraan gak bakal bentar deh, pasti berpuluh bentar. Diam aku beberapa saat memandang Ayah, setelah dua menit tetap asyik ngobrol aku langsung masuk kerumah.

Ketiga, anak akuntansi kenal Pak Dana Siswar kan? Apa kebiasaan beliau? Yup, beliau seorang dosen yang ceria yang sering tertawa ngakak apalagi bila menertawakan kebodohan kita karena gak pernah nyambung dengan pembicaraannya yang luas all about akuntansi. Beliau juga kerap mengatakan “jangan mabok” begitu mahasiswanya udah keliatan teler dengan materinya. Tapi yang juga gak pernah ketinggalan adalah dering handphonenya yang selalu berbunyi setiap ngajar, paling sedikit dia menerima telepon 2 kali selama ngajar 3 atau 4 sks. Semester lalu pas ngajar SPM aku dan teman2 sekelas menghitung Pak Dana 5 atau 6 kali menerima telepon. Dosen lainnya ada yang gak mau sama sekali mengangkat telepon pas ngajar atau kalau memang benar2 penting dosen itu mengangkat dan berbicara diluar kelas. Beda banget sama Pak Dana yang akan selalu mengangkat telepon dan langsung berbicara dikelas dan kami akan mendengarnya berbicara dengan intonasinya yang selalu ceria. Pak Dana gak pernah memilih-milih dalam menerima telepon mau dari yang penting dari soal bisnis sampai soal skripsi mahasiswa ataupun hanya telepon dari temannya yang ingin bertukar kabar. Durasi teleponnya paling singkat 10 menit. So, aku harus nunggu lagi kan hanya untuk percakapan telepon. Moga-moga ntar pas buat skripsi bukan beliau dosen pembimbing aku, karena kayaknya aku malas kali bila sedang konsultasi soal skripsi sama dia dan akhirnya aku malah harus cengo nunggu dia selesai bertelepon ria. Ada hubungannya dengan tarif hemat operator seluler gak ya?

Keempat, kejadiannya udah lama sih, yaitu saat aku harus menunggu B’hendra teleponan sama temannya untuk bertukar kabar, asli kesel mati aku saat itu. Dia ngasih kode supaya aku nunggu, tapi setelah dia tau kalau telepon temannya gak bakal sebentar dia langsung berganti kode untuk menyuruhku bersabar. Luarnya sih aku masih tetap kalem, tapi dalemnya kesel gila. Gak tahan cengo sendirian aku masuk kerumah, aku sempat mikir nih kalau aku makan malam dulu keburu gak ya, tapi gak enak juga sih ma B’ hendra yang udah bela2in datang kerumah as my request, jadinya aku gak jadi makan tapi aku tetap juga masih didapur tuk sekedar ngebunuh waktu dan emosi. Kalau toh dia udah selesai, biarlah dia gantian yang nunggu aku tuk kembali ke teras. Pas aku kembali percakapan lewat teleponnya udah selesai tapi tetap aja suasananya jadi gak enak, aku udah gak mood lagi sih. Aku tahu dia tuh sibuk tapi jangan ampe kacangin aku donk, apalagi malam itu aku minta B’hendra datang karena udah lama gak ketemu. Sia-sia aja deh, buang-buang waktu aja menurut aku. Mending aku buat tugas dan mending dia pergi hang out bareng temannya.

Terakhir, aku lagi jalan sama K Tri, hari tu tuk pertama kalinya kami ketemu setelah kenalan lewat fs -teman cewek pertama yang berhasil aku dapat dari situs jaringan sosial ini yang akhirnya kopi darat. Selesai makan siang kami duduk2 ngobrol, pas lagi ngobrol handphonenya berdering, pastilah dia angkat. Tahu apa yang terjadi? Aku nyangak selama 1 jam untuk dengerin dia bergosip ama teman cowoknya yang udah lama gak ketemu, kayaknya temannya bukan tinggal di Aceh. Langsung aku ngebunuh nyangak dan emosi dengan sms-an bareng siapa aja yang saat itu terlintas dibenakku. Jadi gak berarti deh pertemuan saat itu, padahal tadinya kami janjian ketemu karena sama-sama lagi suntuk dan gak ada kerjaan. Tapi jadinya aku malah makin suntuk.

Aku tahu bukanjuga salah mereka, karena mereka hanya menerima telepon bukannya memulai menelepon. Tapi harusnya jangan buat orang nunggu gitu donk, untuk kasus pertama aku kan pelanggan jadi janganlah berlagak gitu walaupun pemasukan dari aku Cuma seribu. Untuk kasus kedua, masak iya aku harus nunggu padahal aku baru pulang kuliah dan perut udah sangat lapar. Untuk kasus ketiga, ini kadang-kadang bisa membuat aku bosen juga walau pernah ngerasa moment yang pas tuk menghilangkan kejenuhan disaat2 belajar. Untuk kasus keempat dan kelima, aku malah ngerasa gak dihargai jadinya ma mereka. Aku tahu aku bukanlah orang yang berarti bagi mereka tapi apa gak kasian mereka mengacuhkan aku sementara mereka malah teleponan sambil sesekali tertawa karena udah lama gak pernah berhubungan lagi dengan sang penelepon.

Mungkin aku menilai mereka begitu menyebalkan karena aku jarang sekali berbuat begitu, bila lagi nongkrong seru ma teman aku hanya mengangkat telepon yang aku reka-reka gak bakal lebih dari 10 menit. Telepon-telepon penting lah. Aku juga sering ditelepon yang durasinya minimal 1jam pada malam hari. Jadi saat ada teman yang datang kerumah aku kadang ninggalin ponsel dikamar atau kalaupun aku bawa, bila ada yang menelepon yang kira-kira bakal koyok basi aku gak angkat dan aku sms bahwa aku lagi sedang bersama teman jadi aku minta kalau perlu nanti telepon lagi, paling juga mau gosip. Seringnya telepon yang gak aku angkat ini berasal dari Ayi atau Yanuar, aku tahu kalau nelpon mereka bakal lama jadi kalau lagi ma teman aku malas angkat kalaupun angkat aku bakal bilang lagi diluar ma teman dan mereka cukup ngerti kok.

Aku ngerasa gak enak membuat orang nyangak bila sedang bersamaku hanya karena aku angkat telepon. Kan kasian mereka, karena mana ada sih orang yang mau ketemu ma kita hanya untuk mendengarkan kita bertelepon ria. Kalau aku sms-an sih sering, bagi aku itu gak masalah kali lah, karena toh aku tetap bisa dengerin dia ngomong walau aku lagi ngetik.

Bagi orang2 yang namanya kusebutkan secara jelas diatas mohon maaf ya, karena aku gak mau repot menyamarkan identitas kalian. Terlebih untuk toko yang namanya pun gak kusensor.

Katanya Aku Cantik

Katanya kalau ada orang yang muji kita maka kita harus mengucapkan terimakasih jangan malah bilang “ah.. mana da..” sambil muka memerah dan ngarep, karena kalau kita malah bilang kata2 tersebut maka kita minta dipuji 2 kali.

Nah aku cukup sering menerima pujian baik langsung dan gak langsung. Yang paling sering sih gak langsung. Maksud gak langsung adalah dipuji melalui komentar di FS atau FB atau malah saat chat via YM, kan disitu terpajang poto tuh. Nah karena poto lah aku dapet pujian, mungkin karena aku fotogenik kali ya, banyak yang bilang aku cantik. Tapi sangat-sangat jarang sekali ada yang memuji aku bagi yang melihat wujud asliku secara langsung. Ini makin memperjelas kalau aku itu bagusnya cuma dipoto aja kayak yang gak bosen-bosennya Amy memberi komentar.

Aku sih jadi biasa aja kalau yang muji gak langsung gini, gak GR gak juga malu. Mungkin karena udah biasa dan mereka mank belom pernah liat wujud asliku. Nah kalau yang memang udah pernah liat poto dan wujud asliku yang berkomentar barulah aku pikirkan. Ada beberapa yang muji aku saat SMS atau malah lewat telpon, aku sih gak terlalu peduli karena bisa ajakan tuh cowok gombal. Terus kalau di sms ada tulisan gini “intan cantik” “intan manis” ato malah “intanku yang cantik” asli deh aku hanya anggap itu candaan, abis aku juga gitu seh.

Susahnya kalau aku dipuji secara face to face oleh cowok, jadi salting pasti tapi otak aku langsung merespon dengan pikiran, gombal banget nih cowok. Kok dia bisa ya bilang gitu secara langsung.

Kita kan gak setiap hari juga tampil cantik atau malah setiap hari tanpil hancur. Ada kalanya kita cantik banget atau manis lah, ada kalanya juga kita bisa aja jadi ancur banget dengan jerawat yang bersemi diwajah. Saat suatu ketika aku tampil manis atau malah cantik- hal yang jarang sekali terjadi- terus aku mendapat pujian secara langsung-hal langka ni- tentunya aku senang. Cewek mana sih yang gak suka dipuji. Kalau yang muji teman cewek aku lebih senang lagi, karna pasti dia betul2 mengatakannya. Tapi kalau cowok sih, terlepas dia gombal atau tidak aku tetap aja bilang makasih sambil sok2 malu2 dan biasa gitu, yar gak nampak kali GR nya. Kalau dipuji sama orang yang aku suka, pertahanan senyum harus kuat nih, jangan sampe selama ma dia senyum2 gak jelas hanya karena kalimat yang belum tentu dia ucapkan dengan sungguh-sungguh. Whaa kacau….. J

Sebenarnya lebih baik janganlah memuji berlebihan karena hal itu akan membuat orang yang dipuji jadi sombong. Maka dari itu aku agak kurang suka kalau dipuji-puji gak jelas dan lebay.

Kalau Ayi alias Hilliry baca tulisan ini pasti deh tuh anak muntah, heran lah aku ma dia, kok dia segitu sensi n siriknya ya ma aku. Padahal kita tuh beda jenis kelamin jadi gak seharusnya donk dia sensi kalau ada yang muji aku. Atau barangkali dia pengen dibilang cantik juga ya??

Cara Membalas Dendam

Setiap orang tentunya pernah mengalami hal yang pahit dalam hidupnya. Rasa sakit hati kerap muncul menghiasi warna kehidupan. Kemarahan begitu memuncak dan mulai menguasai diri. Bila kemarahan akan sakit hati itu muncul yang terlintas dalam benak tentu saja tindakan balas dendam. Tindakan untuk membalas terhadap orang yang telah menyakiti hati kita.

Sebenarnya ada dua cara mudah untuk membalas dendam dan membuat hati kita lega. Pertama, balas dendam dengan cara yang jahat. Cara ini akan membuat kita merasa puas tapi hanya lega bo’ongan. Tentu saja, karena bila kita membalas dendam dengan cara yang sama jahatnya atau malah lebih, kita akan merasa bersalah. Hati kita gak akan menerima karena manusia pada dasarnya memiliki hati nurani untuk tidak berbuat jahat. Cara ini dapat kita lakukan dengan membalasnya dengan cara yang sama seperti yang telah dia lakukan terhadap kita, atau kita dapat berbuat lebih. Contoh kecilnya, bila teman kita pernah merebut pacar kita dan kita akan membalasnya dengan merebut pacarnya (bukan mantan pacar kita tersebut) lagi di kemudian hari bila ada kesempatan. Cara lainnya dalam membalas dendam versi jahat ini adalah dengan tidak mau berbicara /berhubungan lagi dengan pembuat sakit hati itu dan tidak akan pernah memaafkannya. Padahal seseorang yang membuat sakit hati kita itu belum tentu pantas mendapat perlakuan kita ini karena mungkin dia sungguh amat sangat tidak sengaja telah melukai hati kita.

 

Cara kedua, dengan membalas dendam versi baik, yaitu dengan memaafkannya, terserah kita mau melupakan atau malah tidak melupakan kesalahannya dengan dalih agar dia tidak berani lagi berbuat semena-mena pada kita dan membuat kita belajar untuk tidak mengulanginya. Sebenarnya sih dengan memaafkan dan melupakan kesalahan yang telah orang perbuat pada kita membuat hidup kita lebih tenang dan tidak terlalu terbelenggu dengan masa lalu, masa lalu hanya berfungsi sebagai pelajaran agar kita melangkah lebih baik kedepan.

Bila ternyata si pembuat kesaalahan tidak menyadari kesalahannya atau malah berpura-pura tidak berbuat salah kita tetaplah harus memaafkannya, paling tidak untuk menenangkan diri kita. Agar kita tak perlu balas dendam versi jahat kepadanya. Kita juga tak perlu mengungkit-ngungkit lagi masalah yang telah melukai perasaan kita agar kita tak perlu terbawa emosi. Dijamin, balas dendam versi baik akan memberi kita efek lega beneran.

Sinis balas Sinis

Usiaku sudah dua puluh tahun. Tahun 2009 ini bahkan akan bertambah satu lagi. Umur makin bertambah seharusnya kedewasaan dan pola pikirku pun bertambah dewasa, tapi yang aku rasa malah tidak. Aku masih saja terlalu kekanakan dan egois. Seluruh sifat jelekku bukannya malah berkurang malah bertambah seiring dengan bertambahnya usiaku. Sifat burukku yang paling kentara sekali bertambahnya adalah kesinisanku. Dari kecil memang aku udah dinilai sinis oleh para sepupuku yang lebih tua. Kata mereka bila mandang orang aku terlalu sinis. Padahal kala itu aku belum lagi mengerti sinis itu bagaimana. Setelah aku tahu apa itu sinis malah aku jadi aneh sendiri, emang iya aku sinis dalam mandang orang lain, kayaknya biasa ajalah kan aku gak punya masalah sama orang yang aku pandang tersebut, malah kadang aku mandang orang karena ada keunikan pada dirinya atau hal yang membuat aku kagum. Jadinya aku beranggapan kalau memang beginilah cara aku mandang orang, bawaan lahir. Kadang bila kesal karena ada yang mengomentariku maka aku bakal bilang kalau aku udah dari lahir kayak gini. Bagi yang pernah aku pandang secara sinis, maap ya, aku gak maksud gitu kok hanya mataku aja yang gak bisa diajak kompromi.

 

Akhir-akhir ini aku makin sering mendapat komentar kalau kesinisanku makin bertambah. Sinis disini bukanlah soal cara memandangku tapi soal kata-kata yang keluar dari mulutku yang judes ini. Entahlah, aku selalu gak merasa kalau nada bicaraku judes atau sinis. Aku rasa itu biasa saja. Hanya saja yang aku pikirkan aku ingin terlihat tegas saat sedang berbicara, baik itu saat memberi pendapat, membela diri, atau hanya kalimat perintah. Aku gak pernah nyangka kalau maksud hati ingin terlihat tegas tapi malah menjadi terkesan judes dan sinis.

 

Aku gak tau apa yang terjadi dalam diri aku. Aku selalu merasa harus membela diri. Aku merasa dikucilkan dan diserang. Aku harus mempertahankan diriku agar terlihat kuat dan gak pernah menganggapnya sebuah masalah yang dapat menghancurkan diriku.

 

Tak kupungkiri bila aku memandang hidup ini bahkan sinis dan judes pada diriku yang tak punya pahlawan yang dapat membelaku. Bila aku merasa disinisin maka dari itulah kemungkinan terbesar aku bersikap sinis pada orang lain atau bahkan pada dunia ini, aku merasa perlu membalas hal yang sama. Atau kemungkinan juga hanya untuk menutupi segala kekurangan diriku dan hidupku.

 

Dalam sebuah novel asing yang baru saja aku baca semalam aku menemukan sebuah pendapat yang dinyatakan seorang tokoh lelaki dalam novel tersebut yang menyatakan pada setiap wanita ada hal-hal yang saling berlawanan. Pada wanita cantik ada kejelekan, pada wanita mulia ada kehinaan, pada wanita cerdik ada kebodohan, pada wanita baik ada cela, dan begitu juga sebaliknya. Mungkin hal ini berlaku pada diriku, banyak yang menganggap aku ini perempuan yang berani padahal aku memiliki ketakutan yang kusembunyikan, ada yang mengatakan aku kuat padahal aku merasa aku lemah, ada yang bilang aku cukup tegar padahal aku sangat cengeng, ada yang berpikir aku mandiri padahal aku begitu manja, ada yang mengira aku cukup ceria dan senang padahal ada kesedihan di jiwaku.

 

Selama ini aku juga jadi tak yakin kehidupan apa yang aku jalani selama 20 tahun didunia ini. Aku merasa menjadi bukan diriku, aku merasa terlalu banyak yang aku tutupi dan aku berusaha menjadi seseorang. Mungkin orang lain yang tak memiliki masalah akan terbentuk pribadi yang terjadi begitu saja sesuai lingkungan sekitarnya sedangkan aku membuat pribadi yang membentuk diriku. Aku berusaha menjadi seseorang agar aku memjadi kuat, agar hal itu dapat menjadi tameng bagiku untuk bertarung dengan yang lain. Aku menutupi semuanya dari luar, mungkin ada yang menyadarinya tapi aku rasa banyak yang tidak. Banyak yang tidak tau apa yang terjadi pada diriku dan lebih banyak lagi yang tidak mau tau. Aku jadi begitu skeptis memandang orang dan memandang dunia. Aku hanya ingin berjuang dan membuktikan aku bisa. Aku bisa melakukan apapun sendiri walau semuanya menganggap aku aneh dan salah. Aku hanya ingin membuat hati dan jiwaku tenang. Aku hanya ingin berdamai dengan hidupku. Aku ingin menjadi pemenang walau tak ada yang kalah. Aku ingin menjadi berarti. Aku ingin ada. Aku ingin mampu. Aku ingin menangis…………….

 

Saat iseng menonton sinetron Cucu Menantu semalam, aku mendapat pencerahan. Ada dialog yang menyatakan “bila kita gak pernah bersikap ikhlas, maka kita gak akan pernah merasa hidup ini adil untuk kita”. Setelah mendengar kalimat tersesbut aku menjadi tersentak. Itulah aku. Aku yang gak pernah mengikhlaskan apa yang terjadi padaku. Aku yang tak bersyukur atas apa yang kumiliki dan aku selalu berangan mendapatkan apa yang aku suka. Jadilah aku orang yang selalu menjerit mengatakan hidup ini gak adil terhadapku. Aku disiniskan oleh hidupku sendiri.

 

Aku gak sanggup melanjutkan tulisanku. Pandanganku menjadi kabur sekarang dan ini menyusahkanku untuk terus mengetik. Bukan lensa kacamataku yang kotor atau layar laptopku yang kurang  pencahayaannya tapi mataku yang mulai berkaca-kaca. Aku hanya bisa berdoa agar aku dapat menerima semua ini dengan ikhlas dan berdamai dengan dunia yang hanya mengiringku sementara ke kehidupan yang abadi.

Jangan Nambah Ribet dunk Galz

Dunia perempuan itu luas sekali. Banyak hal yang dapat dibahas mengenai perempuan maka dari itu cukup banyak majalah cewek ketimbang majalah atau tabloid khusus pria. Walau cukup banyak beredar majalah kaum hawa itu dimuka bumi ini tetap aja masalah yang menyangkut cewek gak pernah habis dibahas dan tetap tak terselesaikan. Pertanyaan kenapa lalu muncul. Jawabannya banyak juga. Karena cewek itu susah banget dimengerti. Karena cewek banyak maunya. Karena cewek nyebelin. Karena cewek egois. Karena cewek ya cewek. Tapi sebenarnya masalahnya adalah karena cewek itu sendrri gak tau apa yang dia inginkan dari dirinya dan lingkungannya maka jadilah cewek itu makhluk yang nyusahin.

Aku juga kurang tau kenapa cewek gak pernah mengungkapkan maksudnya secara lugas dan jelas. Mungkin saja mereka jaim atau malu jadilah mereka ngomong gak jelas dengan muter-muter atau menggunakan bahasa yang bahkan dia sendiri kurang ngerti apa maksudnya.

Bila seorang cewek memilki pacar-tentunya cowok- maka cewek tersebut lebih nyusahin lagi terutama buat pacarnya baru kemudian buat sahabatnya yang harus bersedia nyiapin kuping buat dengerin semua keluh kesah yang sebenarnya dia ciptakan sendiri. Kalau dibilang cewek lebih kreatif dari cowok inilah salah satu contoh kreasinya yaitu menciptakan masalah atau membesarkan janin masalah. Ya, aku menyebutnya janin karena itu persoalan sebenarnya belum tentu berkembang dan lahir dan besar jadi masalah. Mungkin karena cewek bisa hamil kali ya makanya dia juga nganggap masalah layaknya bayi. Hehehe J

Kasus-kasus yang kemudian berkembang jadi pertengkaran dalam hubungan pacaran awalnya hanya masalah sepele. Sebenarnya masalah itu gak ada apa-apanya tapi aku heran sama insan yang sedang pacaran, mereka terlalu sering menganggap pertengkaran gak penting itu penting dan sangatlah penting untuk dibahas.

Menurut aku nih ya, cewek itu tinggal bilang aja secara lugas apa sih sebenarnya yang mereka inginkan dari pasangan mereka. Jangan pake bahasa isyarat dunk. Lalu cewek juga harus tegas kalau diminta untuk menentukan pilihan, jangan malah bilang terserah lalu saat cowok memutuskan dan gak sesuai dengan apa yang dia mau akhirnya malah ngambek gak jelas. Trus kalaupun udah ngambek, jangan pas ditanya diam aja. Bilangnya gak ada apa-apa. Nah kalau cewek bilang gak ada apa-apa maka cowok memang berpikir kamu lagi gak kenapa-kenapa. Lalu karena sikap sang pacar gitu kamu langsung ilang dia gak pengertian, gak perhatian, dan egois. Nah kalau cewek terus-terusan kek gini maka pacarnya bisa gila. Jadi, saat harus memutuskan putuskanlah pilihan yang sesuai keinginan kamu, saat ngambek kalau ditanya kenapa ya bilang aja apa yang mengganggu hati dan pikiran kamu tapi ngomongnya jangan pake urat soalnya ntar orang yang jualan bakso jadi kekurangan stok urat.

Ada saat-saat dimana kita sebagai manusia ingin sendiri dan tenang menikmati waktu luang sendiri tanpa perlu diganggu dengan sms atau telepon dari pacar. Nah langsung aja bilang kalau lagi gak pengen diganggu dan bukannya malah sok misterius dan akhirnya bikin panik pacar dengan gak angkat telepon atau malah matiin HP. Kalau gini ntar pacar malah ngira kamu kenapa-kenapa dan langsung lari kerumah sakit yang ada diseluruh pelosok kota hanya untuk nyari kamu yang padahal sedang baca komik dirumah sambil maskeran.

Untuk diingat oleh kaum perempuan bahwa cowok itu bukanlah peramal, paranormal atau anak asuh Deddy Corbuzier hingga bisa nebak semua apa yang ada dalam pikiran kamu, nebak mood kamu dan nebak semua yang kamu butuhkan. Just say what you want gals, that is not hard rite?! Buat semuanya mudah dan jelas agar gak usah repot-repot bertengkar terus ujung-ujungnya nangis. Memang Ada Band nyiptain lagu yang membela cewek tapi bukan berarti ini jadi pembela bagi cewek untuk bersikap manja gak pada tempatnya. Gak ada salahnya kalau kita sedikit toleransi sama cowok dan mengerti juga kesulitan cowok dengan gitu sama-sama tercipta rasa saling pengertian.

Coba deh ingat-ingat lagi apa yang menjadi dasar mau berpacaran dengan pacar kamu sekarang. Aku rasa alasannya bukan untuk melampiaskan emosi dan agar ada alasan untuk marah-marah setiap hari. Kalau memang isinya cuma keributan melulu ngapain juga habis-habis energi, waktu dan uang untuk sebuah hubungan yang gak sehat seperti itu terlebih lagi belum tentu juga dia jodohnya kita.

Kalau cewek selalu bertengkar dengan pacarnya yang kasihan itu yang sahabatnya, sahabat si cewek atau sahabat si cowok. Para sahabat itulah yang harus rela dengerin ocehan kalian. Ocehan yang selalu sama. Lalu para sahabat juga harus memutar otak agar dapat memberi solusi yang terbaik tapi malah kalian ngotot pada pendirian kalian dan gak mau ngalah.

Aku cewek. Bukan maksud aku untuk melecehkan kaumku. Hanya saja aku meminta pengertian dari kaumku itu. Dalam tulisan diatas aku berkata seolah-olah aku bukan salah satu diantaranya dan memang bukan sih. Eitss.. jangan salah, maksudnya aku bukan golongan cewek yang memilih untuk memiliki pacar. Dari sekian banyak alasan aku gak mau berpacaran salah satunya adalah gak mau terlibat masalah pertengkaran sepele dalam hubungan pacaran, karena aku malas membuang tenaga hanya untuk ribut akan sebuah kesalahpahaman. Maka dari itu aku radamalas untuk memecahkan masalah orang pacaran. Kalau hanya mendengarkan sih ok aja, tapi kalau nanya solusi trus udah aku kasih lalu malah tetap ngotot mau lakuin apa yang dia mau kan buat aku repot. Aku gak mau ambil resiko itu eh malah disodorin. Bukannya aku gak mau nolongin sih tapi kalau setiap kali curhat masalahnya itu melulu kan aku bosen juga. Lalu saat aku harus menjadi pendengar dua sisi, satunya sahabatku (cewek) dan satunya lagi pacarnya. Denger kisah dari dua sisi sih memang buat aku paham apa yang sedang terjadi antara mereka tapi kok kayak na aku jadi lucu ya, bayangin aja aku nasihatin si cowok untuk berbuat A lalu si cewek minta saran harus berbuat apa, ya aku jawab B. gitu-gitu terus, jadinya aku yang jadi sutradara dalam kisah asmara mereka. Kalau udah gitu malah jadi aneh banget kan?

Satu lagi keanehan, aku adalah perempuan yang gak pernah punya pacar sehingga pengalaman asmaraku minus, jadi kenapa mereka malah minta saran sama orang awam seperti aku. Jelas aja aku rada ribet ngasih sarannya. Tapi banyak yang bilang setelah lakuin apa yang aku bilang memang masalahnya rada beres, hal ini bukanlah karena aku ini salah satu anggota Penasihat Cinta yang telah memiliki sertifikat berstandar nasional karena keinginanku cukup untuk menjadi Akuntan Publik Bersertifikasi yang bisa buka praktek untuk melakukan audit keuangan, bukan malah buka praktik cinta yang ngurusin problem insan yang dimabuk cinta. Sebenarnya masalahnya beres karena aku adalah pihak yang tak memiliki masalah tersebut jadi bisa memandang masalah secara jernih dan gak pake emosi. Nah kalau kita melihat masalah tanpa emosi maka masalah itu sebenarnya bukanlah masalah, hanya perlu sedikit berbuat dan ngalah maka masalahnya beres. Jadi kalau ada masalah jangan langsung uring-uringan dan lakuin hal gak jelas, toh masalah percintaan remaja tuh gak kompleks banget. Masalah yang sesungguhnya baru akan kita rasakan saat kita telah menikah. So, kalau kamu memilih berpacaran menjadi salah satu gaya hidupmu bersenang-senanglah dan nikmati kisah kalian tanpa adanya keributan. Oya, jangan buat hal yang terlalu jauh ya, kata nenek itu berbahaya loh.

Mendengar, Menyimak, dan Mengingat

Banyak hal sudah yang aku dengar dari keluarga, sahabat, saudara, atau teman. Cerita yang keluar dari mulut mereka begitu beragam. Mereka menceritakan pengalaman, suatu kejadian yang mereka ketahui walaupun tidak mengalami langsung, kisah asmara mereka, saat mereka patah hati, saat mereka sukses akan suatu hal dan beragam hal lain yang dapat mereka ceritakan untuk mengungkapkan emosi positif atau negatif yang ada pada mereka. Aku menyimaknya dan memberi respon seperti ungkapan “ya”, “he’eh”, “mmm” atau hanya berupa anggukan. Kadang mereka meminta saran, akupun memberi saran semampuku atas masalah yang mereka alami.

Alhamdulillah aku mengingat apa yang mereka ceritakan walau tidak 100%. Tetapi mereka sering mengulang kembali cerita yang sudah mereka kisahkan padaku. Bahkan ada yang lebih dari tiga kali. Atau bahkan baru selang dua hari sudah mereka ceritakan lagi. Aku tidak mengerti akan hal ini, apakah mereka lupa pernah bercerita atau mereka belum puas telah bercerita. Kalau setelah sekian lama sih mungkin juga mereka lupa pernah cerita, tapi kalau untuk hal yang dahsyat banget dalam hidup mereka gak heran kalaupun mereka kurang puas bila bercerita hanya sekali.

Walaupun aku kerap mendengar pengulangan cerita yang sama syukurnya aku mempunyai perasaan untuk menjaga perasaan orang yang sedang bercerita dengan tidak memotong ceritanya walaupun aku sudah tau dengan pasti gimana ceritanya. Aku merasa kasian memotong ceritanya dengan mengatakan kalau hal tersebut pernah dia ceritakan. Karena aku tidak tega melihat ekspresi gagunya atau speecless bila tiba2 aku bilang “ya, itukan udah pernah kamu bilang”. Jadi bila aku terpaksa harus mendengar pengulangan cerita maka aku hanya mendengarkan saja tanpa harus berkonsentrasi terhadap apa yang sedang diceritakan. Hal yang aku lakukan paling hanya bergumam “hmmm”.

Entah kenapa aku terlalu sering mengingat hal apa yang pernah orangkatakan padaku. Mengingat itu semua bukanlah keinginanku, semua itu terjadi begitu saja. Makanya jangan heran bila aku bisa saja mengingat hal remeh yang pernah dikatakan orang padaku. Misalnya, tentang makanan kesukaan, tempat favorit, hal yang dibenci, pengalaman waktu kecil, nama teman yang begitu berarti bagi dia, tempat kerja, nama adik, tanggal ultah, sekolahnya, mantan pacarnya, dll. Terushal yang buat Agus, pacarnya Amy, bingung saat aku tau semua hal yang dia alami dari kisah yang Amy ceritakan padaku. Sehari sebelum Amy ultah Agus ada dirumahku dan kami ngobrol banyak, disitu agus cerita banyak tentang dia, Amy dan cerita mereka berdua yang kebetulan juga sudah aku dengar dari Amy. Jadi dia hanya kaget karena aku tau begitu banyak. Lalu entah kenapa aku juga ingat tanggal jadiannya kedua sahabatku. Sungguh bukan maksudku untuk mengingat hal yang sama sekali gak penting buat aku ini, tapi aku jadi teringat begitu saja karena mereka cerita saat mereka jadian. Weleh..weleh…

Semester yang Telah Aku Lewati

Semester ganjil (V) akhirnya berhasil aku lalui dengan baik. Gila aja aku lagi seneng2nya nih, IP ku naik drastis dari semester IV kemarin. Semester IV memang nilaiku anjlok drastis tapi aku juga gak nyangka pulihnya dahsyat gini. Gak sia-sia aku belajar mati-matian walau gak sampe mati beneran sih, karena kata Sanji ntar yang ikut ujian siapa coba kalau aku dah mati. Hehehe..

Seperti doaku sebelum aku menjalani semester V. aku berharap dapat menjalani dengan baik dan sukses pas midterm dan final. See, sekarang aku dapat hasilnya. Thank God. Awal semester V aku lagi down banget, karena hasil semester IV buat aku jadi uring-uringan apalagi Mami cukup kesal juga dengan IP jelek itu. Tapipas aku dapat hasil semester pendek yang lumayan aku senyum n semangat lagi deh.

Mungkin aku ini pantasnya dikasih tamparan dulu kali ya biar jangan banyak main. Abis selama tiga semester awal yang kujalani tuh nilai aku memang gak terlalu bagus tapi nilainya tetap diatas 3 koma. Makanya aku terlalu santai. Terus pas sekali dapet dibawah standar langsung deh nangis-nangis (tapi nangisnya Cuma depan mami kok)

Ohya, ada satu kebanggaan lagi nih, tapi jangan bilang-bilang Maulia ya?!! Aku senang banget karena mata kuliah Conntrollership aku dapat A dan Maulia B. wuih.. bangga bgt tau gk. Karena baru kali ini nilai aku diatas dia. Kalau nilai kami sama-sama A sih biasa, kalo dia A aku B lebih biasa lagi. Tapi kali ini aku loh yang A. hehehhe

Btw,,aku masuk semester VI loh?? Gila … aku dah maken tua ja nih. Umur juga tahun ini bakaljadi 21.

Hmm. Semester enam, kalo lancar berarti dua semester lagi aku bakal lulus. Aku pengen banget lulus tepat waktu yang itu berarti lulus ditahun 2010. Cantik kan angkanya?? Kayak no handphone aku kan?? Empat angka terakhir no handphone aku ya 2010. Memang sulit sih tapi gak da salahnya kan berharap sambil berusaha? So, doain aku ya..

Aku yang Tak Memilki Imajinasi

Aku sedang asyik chat n browsing saat Abang mengahmpiriku dan menunjukkan kemampuannya memainkan jari kelingking dan jempol bergantian. Itu tuh sejenis test yang dapat membuktikan kalau otak kanan dan kiri kita berfungsi seimbang. Aku sih gak heran dia memilki kemapuan itu toh itu sudah dibuktikannya dengan mampunya ia menulis dengan tangan kiri dan kanan. Juga dia jago gambar tapi juga mantap soal hitungan. Keren ya abangku??

Saat dia menyuruhku mempraktekannya aku tentu saja gak mampu cing!!

Terus dia bilang kalau aku ini gak mempunyai imajinasi. Hal ini dia bilang berdasarkan cita-cita bego ku waktu kecil. Waktu TK aku bercita2 jadi guru Tk, waktu SD jadi guru SD, untung saat SMP dah insaf. Sebenarnya aku sih akhir-akhir ini mulai menyadari dan bertanya pada diri sendiri kalau sepertinya aku ini tidak mampu berimajinasi akan hal-hal yang tidak berkaitan dengan diriku. Sekarang buktinya, karena aku begitu suka membaca novel aku malah pengen suatu saat aku jadi penulis. Satu lagi, aku suka banget dengerin radio dan tiada hari tanpa radio jadilah aku berkeinginan untuk jadi penyiar.

See?? kayaknya aku memang gak mempunyai imajinasi deh. Selalu saja hal yang aku inginkan merupakan hal-hal yang dekat denganku.

Kata abang seh ada bagusnya juga cita-cita bego ku waktu kecil. It means aku menghargai guru. So childish, rite??

Mitos Jari Tangan

Aku memilki jari tangan yang panjang dengan bentuk kuku-katanya seh- padi alias panjang2 juga bukan petak. Karena hal ini dari dulu tuh semua orang pada bilangin kalau aku punya bakat masak atau masakanku pasti enak. Karena hal ini juga teman-temanku suka ngeliatin jari-jariku katanya kalau aku panjangin pasti cantik.

Masalahnya sekarang ada pada mitos yang mengatakan kalau jari panjang masakan yang dimasak pasti enak. Berarti masakanku enak donk!! Tapi tahukah anda kalau aku bahkan tidak pernah memasak? Ibuku saja sampai nyerah sama aku karena ketakutanku akan minyak.Yup. aku takut kalau disuruh menggoreng. Karena hal ini keluarga dan seluruh sanak famili berhenti memuji perihal jariku.

Kemarin aku bertanya pada Ibu apakah beliau menyesal punya anak seperti aku yang super duper malas dan gak bisa diandalin. Ibu bilang bahwa gak mungkinlah nyesal, kalau masalah masak ya kita harus berusaha dan belajar apalagi aku anak perempuan yang wajib bisa masak.

Pasti Ibu senang plus bangga deh kalau saja dia punya anak seperti teman SD ku Wulan, anak cewek satu-satunya dalam keluarga yang paling dapat diandalkan. Urusan masak dan beresin rumah dapat ditanggulanginya seorang diri.

Atau anak seperti tary, sahabatku dan yang lebih membuatku gondok dia juga merangkap sebagai sepupuku yang pasti dari dulu kami selalu dibanding2kan. Mungkin kalau Ibu punya anak seperti Tary yang mandiri pasti deh Ibuku bakal senang abis.

Tapi kenyataannya akulah anak Ibu. Anak yang gak bisa apa-apa untuk membuat orang tuanya bangga dan senang memiliki aku.

Jari tanganku pun hanya sebuah mitos yang gak berarti

eits,, jari ibuku itu gemuk2 dan pendek2 loh ditambah kuku yang tidak bagus sama sekali tapi masakannya jangan tanya deh, mantap abis!! Aku paling suka soto buatan ibu, kalau pija seh semur buatan ibu nomor satu deh, kalau si Lia seh apa aja asal makanan itu berupa ikan. Abang yang paling banyak komentar mengenai masakan Ibu tapi dia mengakui kalau masakan yang berkuah (soto,sop, kuah lontong, pliek U, asam keueng, dll) buatan ibu paling T-O-P. Ayahku langsung tau kalau suatu makanan bukan ibu yang masak.

Next Page »